Nyetok Sparepart Motor, Penting Nggak Sih ?

Halo Brosis
“emang motor lu, motor langka bro?”
“ngapain nyetok sparepart, kayak gak ada yang jual apa?”
Beberapa pertanyaan di atas adalah yang sering saya temui saat teman, kolega, atau bahkan orang tua saya sendiri tahu saya demen “nyetok” sparepart di almari meja belajar saya.
Tentu saja kebiasaan/ tindakan nyetok sparepart seperti yang saya lakukan beberapa memang terlihat “aneh” , wong motor ya masih di jual, di toko juga banyak yang jual (meski gak semua sih), toh motornya bukan motor mahal, tapi Cuma motor murah yang sering seliweran di jalan.
Okeh saya coba jelaskan alasan mengapa saya sampai repot-repot nyetok sparepart

Ganti Ban IRC NR25 100/90, Ban Standart Dapat Harga Diskonan


Halo Brosis
Menjelang usia 4 tahun verza bulan depan, ternyata verza sudah mulai minta jajan lagi, kali ini beberapa hari terakhir saya merasa bagian belakang motor terasa kehilangan grip.
Ketika saya cek Shock belakang masih normal, belum ada gejala bocor atau semacamnya, cek bearing juga demikian masih normal. Akan tetapi setelah cek di bagian ban belakang, ternyata ini biang masalahnya.
Ban belakang verza menggunakan ban IRC NR25 ukuran 100/90, ya setelah icip2 michelin pilot street yang sangat peformanya luar biasa 1,5 tahun lalu saya putuskan kembali memakai ban ukuran standart, celakanya saat beli di bengkel, saat itu saya dapat ban dengan produksi yang tergolong tua (2012), bahkan lebih tua dibandingkan umur motor (2013).
Karena memang butuh , ya saya tebus saja dengan mahar 245 ribu. Sampai saat ini umur ban saya pakai 1,5 tahun tapi jika di runut dari tahun produksi ini ban sudah berumur 5 tahun lebih.

Segmen Sport Retro Clasic Entry Level, Belum Banyak Pemain

Halo Sob

Segmen pasar roda dua atau motor di Indonesia sebenarnya sudah cukup variatif ada bebek, matic, dan sport, itu belum mengerucut ke yang lebih spesifik seperti bebek sport, bebek ayago, bebek entry level. Begitu juga matic ada matic entry level. Sport matic, sampai big scooter.

Segmen motor sport atau acap kali di sebut batangan atau bahasa bias gendernya motor laki lebih banyak lagi ada sport entry level, sport fairing, sport touring, sport trail, sampai dual purpose, dan masih banyak lagi sebenarnya.

Akan tetapi salah satu segmen masih tergolong minim pemain salah satunya adalah sport retro yang (hampir) tidak ada pabrikan yang main (jual) di segmen ini. Tercatat hanya pabrikan lokal yaitu  happy dengan cs 200, lainnya ? estrella 250 ? iya kali retro sih retro tapi harganya bukan entry level banget.

Kabar baiknya estrellaversi 150cc yang kemungkinan besar banderolnya akan lebih bersahabat karena di produksi di Indonesia kehadirannya tinggal menunggu waktu. Tetapi tetap saja dengan 2 produk yang ada saat ini segmen ini masih minim pemain, padahal pecintanya tidaklah sedikit bahkan jika dengan motor trail “pecinta sport retro clasic entry level sedikit lebih besar”.

Servis, Beli Sparepart Plus Pasang di Bengkel Resmi Bikin Tekor


Halo Brosis
Sedang asyik facebook-an ria sembari menunggu adzan subuh, eh ternyata ada sesuatu hal yang menarik yang di replay teman saya sewaktu sma. Setelah baca rasanya kok “miris”.
Postingan yang di reply teman sekolah saya ini adalah curhatan atau kalau bisa di bilang “keluhan” mengenai pengalaman servis dan ganti sparepart di salah satu bengkel resmi sebut saja bengkel resmi tersebut “ahass”.
Dalam postingan tersebut ia mengeluhkan mengenai biaya yang mahal, tak lupa ia juga melampirkan rincian biaya yang di tulis tangan pada kertas yang “sepertinya” nota pembayaran tersebut.
 isi “jajan” motornya adalah berikut
Vanbelt 173
Pasang vanbelt 50
Kampas rem depan 51
Kampas rem Belakang 46,5
Ban depan 189
Ban belakang 217
Pasang ban dan rem 60
Tune up 60
Intake 15
Injector 15
Total 877
What the f** 877 ribu saat saya amati jumlah total keseluruhan, seumur-umur pelihara motor dalam sekali waktu saya belum pernah menyentuh angka setinggi itu. Okeh saya coba analisis dan komentari.

New Honda Verza, Akankah Seperti Ini Atau Itu



Halo Brosis
Semenjak di luncurkan di awal tahun 2013 tidak ada ubahan berarti yang di lakukan oleh ahm terhadap honda verza, sampai tahun keempat (tahun ini) hanya penyegaran striping dan warna, plus perubahan warna shock belakang plus cover knalpot.

Berbeda dengan cb150r yang sudah mengalami major facelift tahun 2015 lalu, verza sejauh ini minim sekali ubahan, tentu bukan sesuatu yang negatif atau ada yang menyebut verza sebagai anak tiri. Tapi bukan begitu sebenarnya akan tetapi lebih ke arah sebagai “anak kedua” di bawah cb150r.

Selain itu awetnya verza sampai tahun keempat tanpa sentuhan facelift menurut bjr pribadi karena memang verza “disukai” bikers dan memang tergolong minim masalah. Soal desain memang tidak semua orang suka atau memang mau amannya “sesuai selera dan sederhana”, bukan yang terbaik memang tapi tidak malu-maluin.