Review 3 Bulan Pemakaian Genpro X, Ada Sih Kurangnya


evercoss genpro x

Halo Sob
Sudah 3 bulan lebih pemakaian, lumayan banyak yang kepo baik itu teman sendiri, maupun yang sekadar chat chit chut di message mengenai pemakaian hp genpro X, biar lebih afdol memang harus disebutkan namanya yaitu “evercoss genpro X”.

Smartphone Merk dan buatan lokal Indonesia asli ini memang sempat membuat geger bulan April lalu saat diluncurkan. Bagaimana tidak saat itu belum ada smartphone 4g, ram 2 gb, layar resolusi HD, Fingerprint, dan desain yang lumayan cakep di rentang harga 1 jutaan, dan evercoss menghadirkan genpro x sebagai jawaban dan seakan menegaskan “ini loh smarphone harga sejutaan ram 2gb, 4g, layar hd, fingerprint”, seakan menampar merk terkenal macam pak sam dan bu len yang di harga sejutaan Cuma dapat smartphone dengan   layar belum hd, ram 1 gb, apalagi fingerprint.

So di awal pemakaian saya juga sudah memberi sedikit impresi pemakaian, tentu saja kesan awal sih “positif” dan sudah pasti gak jauh beda dengan reviewer lain di jagat dunia maya. Tapi setelah 3 bulan lebih pemakaian rasanya tangan ini gatal untuk tidak memberi review lebih mendalam dan berbagi pengalaman.


So genpro x ini adalah daily driver saya alias hp utama, dimana saya menggunakan 2 kartu sim dengan sim 1 khusus data, dan sim 2 khusus telp dan sms.

Nggak Enaknya
Saya mulai dari yang nggak enaknya dulu alias, sisi minus atau bahasa halusnya kekurangan atau kelemahan si genpro x. Sejak review seminggu pemakaian yang saya tulis di sini, saya sudah mengeluhkan mengenai proses pengisian daya yang terglong lamaaa pakai banget.

Dibutuhkan 3 jam lebih untuk mengisi daya dari 0-100%, selidik punya selidik paling lama pengisian yaitu saat 95-100 % bisa mencapai setengah jam lebih. Padahal baterainya nggak gede-gede amat yaitu ada di angka 2900 mah. Sempat ada yang bilang di forum evercoss karena masalah software, tetapi setelah 2 kali mendapat pembaharuan software masalah proses pengisian daya tetap lama
.
review genpro x
fingerprint yang so so...
Fingerprint alakadarnya, memang fingerprint adalah sesuatu yang menarik di genpro x, tetapi setelah saya coba memakai fitur ini untuk mengunlock layar rasanya saya bisa mengatakan fingerprintnya “nggak banget”. Saya pun hanya betah 2 hari memakai fingerprint hal itu dikarenakan responsifitasnya membaca sidik jari butuh effort lebih untuk berjalan lancar, tapi sebenarnya ini bukan masalah toh saya lebih suka membuka layar pakai cara usap saja.

masalah genpro x
tombol power tenggelam, sebelum pada akhirnya saya servicekan
Tombol power tenggelam, yah ini rasanya hal yang paling tidak mengenakkan yaitu saat hampir 2 bulan pemakaian tombol power yang terletak di sisi kanan di bawah volume “mendelep” atau tenggelam dan sudah pasti pada awalnya hp otomatis suka restart sendiri. Sempat pakai aplikasi power up/down untuk menyalakan layar hp sampai 4 hari yang lalu secara tidak sengaja tombol power tenggelam merata yang membuat hp kembali restar terus menerus, belum lagi baterai genpro x yang model tanam sehingga mau tidak mau ya “Cuma pasrah” lihat hp restart terus menerus.

Sampai pada akhirnya saya bawa ke tukang servis hp, kenapa nggak di servis resmi evercoss? Sudah pasti hp akan nginep, sedang ini genpro x adalah hp daily driver saya. Akhirnya setelah membayar jasa ongkos servis 50 ribu tombol power genpro x normal kembali.

Plusnyaaa

Desain Cakep, sejak pertama kali pakai genpro x dan tak jarang saat nongkrong dengan teman tampang genpro x tergolong tidak malu-maluin. Satu-satunya orang akan memandang remeh mungkin tulisan chorme evercoss di sisi backcover. Tetapi setelah saya tutup dengan sticker dan taraaa.
review pemakaian genpro x
tak tampak seperti hp sejuta rupiah
Ya hampir 80 % teman saya atau kebanyakan tertipu saat mengira ini hp mahal, hehehe. Ya apalagi warna genpro x saya hitam, saat kondisi mati dari depan layar tampak hitam belum lagi layar depannya sudah model 2.5 alamaak cakep, kalau sayanya gak bilang “ini hp Cuma satu juta rupiah” mungkin kebanyakan akan tertipu. Bisa saya bilang harga satu juta genpro X Paling cakep desainnya.
Baterai Lumayanlah, kapasitasnya memang nggak besar belum lagi proses pengisiannya lama, tapi untuk peforma baterai cukup atau lumayanlah menurut saya, dengan pemakaian ala saya yang hanya ngegame ringan 5-10 menitan dalam sehari sedangkan sisanya browsing, sosmed, dan chating genpro x bisa bertahan dari pagi sampai petang (Isya/7 malam), tidak jarang pula bila sampai titik darah penghabisan bisa sampai pukul 9 malam atau menjelang bobok.


Perlu diingat saya memakai 2 kartu sim dimana bila menggunakan 1 sim seharusnya bisa lebih lama lagi pemakaiannya, tapi yang perlu diingat ini pemakaian ala saya loh ya.
impresi pemakaian genpro x
tidak ada hybrid di antara kita...
2 Sim Aktif, Tidak Hybrid, memang bukan sesuatu yang spesial tapi terbukti 2 sim aktif di genpro x sangat berguna bagi saya karena saya orang yang ogah ribet membawa lebih dari 1 gawai saat saya pergi kerja atau bepergian, alasannya Cuma satu (ogah ribet). Saya masukkan  ke poin kelebihan atau “plus” karena saat ini kebanyakan smartphone slotnya hybrid.

So, menurut saya cukup adil ada 3 sisi lemah dan 3 sisi kuat yang saya rasakan di genpro X, kalau ada yang lain seperti kamera dan peforma (procesor) bagi saya cukuplah sesuai harganya, toh hp sejuta rupiah mau minta kamera kinclong dan peforma ngebut rasanya seperti “mustahil”, jadi rasanya saya anggap itu bukan kelemahan maupun kelebihan.

Hal yang paling menggangu tentu tombol power yang “mendelep/tenggelam”, sudah sepatutnya mungkin evercroos memperbaiki sisi ini, untuk lainnya sih thats right genpro x sudah berada di jalan yang tepat dan benar.  

Semoga bermanfaat


1 comment:

  1. Fitur lumayan okey, kekinian (dengan finger print di sisi belakang seperti kebanyakan smartphone saat ini). Cuma pas baca harganya agak meragukan ya untuk kualitasnya... ternyata bener kurang responsif. Thanks infonya.

    ReplyDelete